Imam al-Ghazali memulai sapaannya dalam kitab ini dengan wahai orang-orang harishun/ mujtahid (yaitu orang-orang yang bersemangat mencari ilmu) untuk memerhatikan ‘niat’ dalambelajar/ menuntut ilmu agar tidak berakhir dalam kerugian. Kiranya, ada empat golongan menurut Imam al-Ghazali yang termasuk orang merugi. A. A. A. Untuk berita terkini Sinar Harian, ikuti di Telegram dan TikTok kami. "TAK sempatlah nak pergi majlis ilmu. Balik kerja pun dah lewat malam. Tak apalah, telefonkan ada. Buka saja telefon dan baca, bukan susah pun." Itulah ayat yang sering terpacul dalam kalangan kita terutama generasi muda apabila diajak menghadiri ke majlis ilmu. Sebagai seorang murid, Raden Sahid sangat patuh pada Sunan Bonang. Bahkan pada saat Sunan Bonang memintanya untuk menunggu di tepi sungai, Raden Sahid tidak pernah beranjak sedikitpun dari tempatnya hingga Sunan Bonang datang kembali. Menurut beberapa literatur, Raden Syahid menunggu selama tiga tahun hingga bertemu kembali dengan gurunya. Ada cerita yang cukup tenar di kalangan kita sebagaimana sebagaimana dikutip dalam kitab Manhaju Dzawin Nadzar, Imam Al-Ghazali dalam mencari ilmu tidak murni karena Allah. Beliau dan saudaranya Ahmad, sebelum alim di kemudian hari, awalnya juga dimulai dari mencari ilmu bukan karena Allah semata. Mereka berdua mencari ilmu agar dapat makan gratis. Abu Hurairah adalah sahabat Rasulullah SAW yang dikenal pandai. Suatu hari, ia dijebak oleh setan yang mengajarinya wirid. Alhasil, amalan yang dilakukan Abu Hurairah ini bernilai riya' karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Abu Hurairah yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi ini termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist. DZihT.

kisah sahabat dalam menuntut ilmu